Unjuk Kemampuan Musisi Jalanan di Pentas Ekspresi Seniman Jalanan

Unjuk Kemampuan Musisi Jalanan di Pentas Ekspresi Seniman Jalanan

Unjuk Kemampuan Musisi Jalanan di Pentas Ekspresi Seniman Jalanan

Kemendikbud — Sebagai lanjutan lokakarya yang digelar pada 30 Mei 2017 lalu,

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan Uji Gelar Pentas Ekspresi Seniman Jalanan yang diikuti 12 musisi jalanan se-Jabodetabek di Graha Utama Kemendikbud, Jakarta.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mewakili Kemendikbud sangat mengapresiasi para musisi jalanan yang hadir memeriahkan acara, termasuk dalam mengisi bulan Ramadan.”Semoga ini juga menjadi bagian dari ibadah kita di bulan Ramadan ini,” tuturnya saat membuka acara (5/6/2017).

“Kalau banyak aktivis seniman yang bisa ikut terlibat dalam memberdayakan seniman lain dimana pun tentu akan sangat bagus dalam mewarnai atmosfer Indonesia menjadi lebih menggembirakan,” kata Muhadjir. Menurutnya ini bagus untuk melawan isu-isu negatif serta berbagai ujaran yang tidak mendidik.

“Karena kita tidak bisa melawan hal negatif dengan sesuatu yang juga negatif,

sehingga cara seperti ini lebih baik untuk mengimbanginya,” jelas mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Hilmar Farid menyampaikan bahwa acara ini adalah lanjutan dari lokakarya sebelumnya yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kreasi para musisi jalanan. Selain itu mereka dapat bertukar pengalaman satu sama lain.

“Ini bukan untuk memindahkan mereka (musisi jalanan) dari jalanan ke gedung.

tetapi untuk menjadikan seni jalanan lebih indah dan kuat,” kata Hilmar. “Kita juga menghadirkan sejumlah pengelola gedung dan tempat-tempat publik di sini. Dengan niatan untuk memperkenalkan seni jalanan dan melahirkan interaksi di antara keduanya,” lanjutnya. Ke depannya, ia berharap tempat-tempat publik nantinya bisa menjadi rumah bagi seniman jalan, sehingga kesenian jalanan bisa dinikmati dimanapun.

Asep Maulana yang mewakili komunitas Trotoar Kustik menyampaikan apresiasinya atas fasilitas yang diberikan oleh Kemendibud melalui Institut Musik Jalanan. Menurutnya ini merupakan salah satu perhatian positif dari pemerintah yang diberikan bagi para seniman jalanan.

Selain itu, musisi Ridho Slank yang hadir dalam acara ini turut berbagi pengalaman dan motivasi. Ia menyampaikan bahwa selama masih berkarya dalam berkreasi dalam seni, tidak ada batasan antara jalanan dan panggung dalam berkesenian. (Iriyanto/Shahwin Aji)

 

Sumber :

https://sel.co.id/