Twitter uji coba fitur baru untuk hindari “perang cuitan”

Twitter uji coba fitur baru untuk hindari “perang cuitan”

Twitter uji coba fitur baru untuk hindari perang cuitan

Twitter dilaporkan sedang menguji coba fitur baru yang memungkinkan pengguna membatasi pengguna lain yang dapat menanggapi cuitan mereka.

Dikutip dari laman Phone Arena, Kamis, langkah ini diharap dapat mengurangi tingkat permusuhan yang dikenal ada di platform Twitter.

Pengguna yang dipilih untuk menguji fitur baru ini akan dapat memilih satu

dari empat opsi ketika memutuskan siapa saja yang dapat membalas cuitan mereka.

Keempat opsi tersebut antara lain semua orang, hanya mereka yang mengikuti penulis cuitan, hanya orang yang disebutkan dalam cuitan, dan tidak ada balasan.

Eksekutif Twitter, Kayvon Beykpour, mengumumkan fitur baru tersebut dalam pameran teknologi CES 2020 di Las Vegas.

“Motivasi utama adalah kontrol. Kami ingin penulis mendapatkan lebih banyak kontrol, dan kami berpikir bahwa ada banyak analog tentang bagaimana orang berkomunikasi dalam kehidupan,” ujar Beykpour.

“Saat ini, percakapan publik di Twitter terjadi saat Anda mengunggah

sesuatu yang dapat dilihat dan dapat dijawab oleh semua orang di dunia, atau Anda dapat melakukan percakapan yang sangat pribadi dalam DM. Jadi, ada spektrum percakapan yang belum kami lihat ada di Twitter,” lanjut dia.

Baca juga: Twitter akan hapus akun tidak aktif mulai Desember 2019

Kembali pada bulan November, Twitter mulai memberi pilihan kepada pengguna untuk menyembunyikan balasan tertentu pada cuitan yang mereka tulis sebagai upaya untuk mencegah adanya debat sengit.

Sekarang, Twitter memperketatnya, dengan memberi kesempatan

kepada pengguna untuk memblokir pengguna lain agar tidak membalas cuitan mereka.

Fitur baru tersebut akan dimulai sebagai uji coba yang hanya akan diterima oleh pengguna tertentu, dan jika diterima dengan baik, diharapkan fitur tersebut dapat dihadirkan kepada semua pengguna Twitter.

 

sumber :

https://voi.co.id/seva-mobil-bekas/