Sartono Sang Pencipta Lagu “Hymne Guru” Meninggal Dunia

Sartono Sang Pencipta Lagu “Hymne Guru” Meninggal Dunia

Sartono Sang Pencipta Lagu Hymne Guru Meninggal Dunia

Pencipta lagu “Hymne Guru, Pahlawan Tanpa Tanda jasa” Sartono meninggal dunia

. Mantan guru seni musik SMP Katolik Santo Bernardus, Kota Madiun, Jawa Timur (Jatim), meninggal dalam usia 79 tahun di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Madiun, Jatim.

Sebelumnya pencipta lagu “Hymne Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” di tahun 1980-an ini, sudah tiga hari koma di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Madiun. Sartono meninggal dunia, Minggu, 01 November 2015 pukul 12.50 WIB. Sartono yang bertempat tinggal di Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun tersebut meninggal akibat komplikasi penyakit yang dideritanya.

“Bapak Sartono telah meninggal dunia. Karena anggota keluarga selalu mendampingi di RSUD

, jenazah Bapak Sartono langsung diurus dan dibawa ke rumah duka,” kata salah seorang perawat ICU RSUD Kota Madiun, Hamidah, Minggu siang.

Sebelum meninggal dunia, Sartono dinyatakan mengidap komplikasi penyakit penyumbatan pembuluh darah otak, darah tinggi, serta diabetes melitus. Selain itu, laki-laki kelahiran Kota Madiun 29 Mei 1936 tersebut memiliki riwayat sakit stroke yang juga menjadi alasan awal harus dirawat di RSUD Kota Madiun.

Sesuai catatan, Sartono menjalani perawatan di RSUD Kota Madiun sejak Selasa

(20/10/2015). Namun, setelah 12 jam dirawat di kamar yang berada di Blok Mawar RSUD Kota Madiun itu, Sartono dipindah ke ruang Paviliun Cendana 10.

Dia berada di ruang Paviliun Cendana 10 selama sembilan hari hingga akhirnya dirawat di ruang ICU RSUD Kota Madiun, Jumat, 30 Oktober, pukul 17.00 WIB, karena kondisi kesehatannya yang semakin turun.

Saat ditanya suasana ruang ICU RSUD Kota Madiun selama Sartono manjalani perawatan, perawat Hamidah menyebut, selalu ramai dikunjungi sejumlah orang. Menurut dia, sejumlah orang dari berbagai daerah dan instansi silih berganti datang ke ruang ICU RSUD Kota Madiun untuk menjenguk Sartono saat masih hidup

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/9a5esma78U6Qw