Peserta Paket C Ikuti Unas Berbasis Computer

Peserta Paket C Ikuti Unas Berbasis Computer

Peserta Paket C Ikuti Unas Berbasis Computer

SOREANG – Sedikitnya 89 peserta paket C mengikuti Ujian Kesetaraan berbasis komputer

yang diselenggarakan di MTs Negeri Ciparay, Desa Ciheulang kecamatan Ciparay mulai 13- 15 oktober dibawah binaan Pondok pesantren (PPS) Al Jawahir dan PPS Abatasa.

Kasi Pendidikan Masyarakat dan Kesetaraan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, H. Tedi Priatna, mengatakan pelaksanaan ujian nasional susulan tahap dua peserta didik kesetaraan paket dibawah binaan PPS saja. Sebab, untuk peserta kesetaraan yang dibawah binaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) tidak mengikuti karena kekurangan SDM dan Sarana.

Menurutnya, Unas ini merupakan pelaksanaan ujian susulan tahap kedua. Sehingga,

untuk pelaksanaan Unas ini pihaknya sudah menerima surat pernyataan dari semua PKBM yang ada di Kabupaten Bandung.

Kegiatan PKBM yang berada di pondok pesantren sebetulnya tidak berbeda dengan formal. Sehingga, materi yang diajarkan dalam kegiatan belajar mengajar dipastikan sama dengan sekolah Formal.

“Yang membedakan pesantren hanya mondok dan belajar memperdalam agama islam lebih fokus,

”jelas Tedi ketika ditemui kemarin (12/10)

Salah satu peserta Unas Kesetaraan Paket C H Ahmad Syahid (45) mengaku usia tidak menghalanginya untuk mendapatkan pendidikan. Ayah sekaligus kakek dari tiga anak dan satu cucu itu mengikuti Ujian Nasional Paket Kesetaraan C Berbasis Komputer di Madrasah Tsanawiyah Negeri Ciparay karena ingin mendapat ijasah untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi

“Saya baru pertama kali mengikuti ujian dengan komputer ini, alhamdulillah tidak canggung, karena sering menggunakan laptop dan komputer walau belajar secara otodidak,”kata dia

Menurutnya, motivasiya untuk belajar bukan karena status atau ijazah. Namun, ia ingin merasakan rasanya mengenyam bangku pendidikan.

“Selain itu ada program pemerintah yang mengharusan masyarakat itu belajar, saya juga membagi waktu antara belajar, berdagang dan bertani,” tutup Ahmad

 

Sumber :

https://nashatakram.net/