Pengukuran Kembali Ke Mata Uang Fungsional

Pengukuran Kembali Ke Mata Uang Fungsional

Pengukuran Kembali Ke Mata Uang Fungsional

Pengukuran Kembali Ke Mata Uang Fungsional

Pengukuran kembali dimaksudkan untuk memperoleh hasil yang sama seperti apabila catatan akuntansi perusahaan tersebut diselenggarakan dalam mata uang fungsionalnya. Dalam proses pengukuran kembali digunakan kurs historis, kurs sekarang, dan kurs rata tertimbang. Berikut ini adalah contoh akun yang menggunakan kurs historis, kurs sekarang, dan kurs rata tertimbang.
Akun yang Diukur Kembali dengan Kurs Historis
Akun neraca
Surat berharga yang dinilai berdasarkan harga perolehan
Persediaan yang dinilai berdasarkan harga perolehan
Pembayaran di muka, seperti asuransi, iklan dan sewa
Aktiva tetap
Paten, merk dagang, lisensi, dan formula
Goodwill
Aktiva tidak berwujud lainnya
Beban ditangguhkan dan kredit, kecuali biaya perolehan polis untuk
perusahaan asuransi
Pendapatan ditangguhkan
Saham biasa
Saham preferen dinilai berdasarkan harga penerbitan
Akun laporan laba-rugi
Pendapatan dan biaya yang terkait dengan aktiva atau kewajiban non-moneter
Harga pokok penjualan
Penyusutan aktiva tetap
Amortisasi aktiva tidak berwujud
Amortisasi pendapatan yang ditangguhkan
Akun yang Diukur Kembali dengan Kurs Sekarang
Aktiva dan kewajiban selain yang disebutkan di atas diukur dengan menggunakan kurs sekarang. Pada umumnya, akun yang menggunakan kurs sekarang adalah aktiva dan kewajiban moneter.
Akun yang Diukur Kembali dengan Kurs Rata-Rata Tertimbang
Akun laporan laba-rugi seharusnya diukur dengan menggunakan kurs historis. Namun apabila hal ini diterapkan, penyusunan laporan keuangan akan menjadi tidak praktis. Dalam hal ini dapat ditempuh cara lain, yaitu dengan penggunaan kurs rata-rata tertimbang yang dapat mencerminkan perubahan kurs selama periode laporan keuangan yang dicakup.