Optimalkan Pendidikan Kreatif

Optimalkan Pendidikan Kreatif

Optimalkan Pendidikan Kreatif

BANDUNG – Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF), Fiki Satari menilai pendidikan

merupakan hal mendasar yang wajib dimiliki setiap warga masyarakat tanpa memandang usia dan latar belakang.

Atas hal tersebut, dirinya mengaku berkomitmen untuk ikut mengambil peran agar bisa berkontribusi kepada Kota Bandung dalam dunia pendidikan, khususnya pada beberapa aspek yang dirasa belum optimal.

“Kita melihat bahwa hari ini pendidikan yang ada di Kota Bandung masih ada banyak ruang yang masih bisa kita optimalkan,” kata Fiki ditemui di Sekretariat BCCF, Jalan Taman Cibeunying, Kota Bandung kemarin (9/10).

Menurutnya, terminologi sekolah favorit yang diterapkan di beberapa sekolah di Kota Bandung

dengan kriteria tertentu bagi siswanya dinilai Fiki tak berperikeadilan. Dengan adanya sistem seperti itu, sekolah seolah memberi batasan bagi anak didik tertentu saja yang bisa mendapatkan pendidikan di sekolah tersebut.

“Kita berupaya agar fasilitas pendidikan berkualitas dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, sehingga diharapkan secara berangsur dapat meniadakan predikat “favorit” yang disandang segelintir sekolah,” kata dia.

‎Maka dari itu, sejak tahun 2013 dirinya menginisiasi program ‎Simpul Institut sebagai akademik

komunitas yang ruangnya diperuntukkan kepada masyarakat. Melalui program tersebut, masyarakat mendapat edukasi terkait potensi tempat tinggalnya agar mampu mengembangkan kreativitasnya.

Selain itu, lahirnya Simpul Institute dilatarbelakangi pada sebuah permasalahan pendidikan. Di mana saat ini masih kurangnya kesempatan bagi warga Kota Bandung untuk mendapatkan pendidikan. Terutama pendidikan berbasis alternatif yang mampu menyentuh aspek empati, kreativitas serta pengembangan potensi.

“Kita memberikan alternatif pendidikan kreatif yang dapat mengeksplorasi aspek kognitif, afeksi dan psikomotorik bagi warga Kota Bandung,” kata dia.

Melalui Simpul Institut, diharapkan akan menjadi pondasi sekaligus pemantik bagi keberlangsungan kreativitas di Kota Bandung. Sebab, lahirnya Ekonomi Kreatif di Indonesia muncul karena semakin diperlukannya kekuatan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan.

Dia mengungkapkan, pihaknya juga berusaha memupuk kreativitas sebagai upaya untuk memperkuat potensi ekonomi dalam yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal serta menjaga ekosistem dan nilai keberagaman budaya yang dimiliki warga Kota Bandung.

“Pada akhirnya kita berharap bisa mengaktivasi empati warga kota yang bisa lebih care, lebih ingin memberikan manfaat pada kotanya,” kata dia.

 

Sumber :

https://egriechen.info/